Tuesday, May 08, 2012

Review “A Lonely Place to Die” (2011)


kali ini gue mau sedikit review film :D:D
bukan karena kehabisan topik bahasan, tapi mungkin ini film bisa buat referinsi bagi pecinta jalan sekaligus pecinta film dengan adrenalin yang tinggi :D:D

oiya, sebelum ngejelasin tentang ini film, gue cuma mau ngasih tau, kalo artikel ini gue copas dari kompasiana .. so, review ini bukan dari gue, karena gue sndiri belum nonton ini film hagagagagaga...

oke mari disimak dulu review nya :)

Film ini berkisah tentang lima orang pendaki gunung yang sedang melakukan hobinya di sebuah pegunungan Skotlandia. Pada awal film saya sudah dibikin sedikit kaget dengan kegiatan mereka dalam panjat tebing karena belum apa-apa koq udah ada yang mau jatuh dari tebing gara-gara “keserimpet” tali. Sampai disini, saya hanya mengira film ini bakalan predictable dan mengikuti alur film adventure thriller lainnya macam High Lane (2009) (film Perancis yang judul aslinya Vertige) atau macam Cliffhanger-nya Sylvester Stallone (1993). Tapi, ternyata yang ini beda dari film-film yang sudah saya sebutkan tadi. Ternyata adegan di awal film ini hanya sekedar “latihan” untuk sedikit menaikkan adrenalin kita. Cerita film ini jadi semakin menarik ketika dalam perjalanan untuk mendaki gunung, kelompok pendaki gunung ini mendengar suara aneh, yang akhirnya diketahui bahwa suara itu berasal dari seorang anak perempuan kecil yang dikubur hidup-hidup di sebuah peti yang ditanam di tengah hutan. Suara anak kecil ini bisa terdengar karena ada “cerobong napas” yang muncul di permukaan tanah. Rupanya orang yang mengubur anak ini ingin agar anak perempuan tersebut tetap hidup. Otomatis kelompok pendaki ini menolong anak kecil tersebut supaya bisa keluar dari peti.

13260737671161264475

Kelompok pendaki gunung ini akhirnya berusaha membawa anak kecil tersebut ke desa terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan sekaligus melapor pada pihak yang berwajib. Oh ya, gadis kecil ini namanya Anna (Holly Boyd) dan ternyata dia nggak bisa bahasa Inggris, dan malah fasih bahasa Croatia. Yah…tambah bikin repot pendaki-pendaki gunung tadi karena nggak tahu bagaimana gadis itu bisa dikubur hidup-hidup di tengah hutan. Ternyata dalam perjalanan menyelamatkan Anna, kelompok pendaki ini harus kejar-kejaran dengan dua orang yang telah mengubur Anna hidup-hidup dan ternyata mereka ini adalah penculik Anna yang minta tebusan ke ortunya Anna 6 juta Euro (kira-kira berapa Rupiah ya gan ?? hehehe….banyak banget tuh duit segitu). Orang tua Anna juga nggak tinggal diam. Ayah Anna menyewa 2 orang bounty hunter atau mungkin pembunuh bayaran buat nangkap si penculik. 

1326073849484106123

Akhirnya satu persatu anggota kelompok pendaki ini tewas dalam kejar-kejaran. Ada yang ditembak pakai senapan sniper (mantap juga nih penculik, sniper tulen), ada juga yang diputus talinya waktu turun tebing. Kejar mengejar ini berlangsung hingga menjelang akhir film dan endingnya tenyata….biasa saja, nggak ada yang istimewa. Semua berakhir baik-baik saja, tanpa twisted plot. Cuma yang bikin penasaran, waktu ending film ini yang jadi pertanyaan saya adalah, siapa sebenarnya bapaknya si Anna ini sampai segitu powerful-nya nyewa bounty hunter yang bersenjata berat ala tentara baret hijau Inggris ? Dan siapa pula penculik Anna, koq bisa pakai senapan sniper dengan mahir ? Kalau dugaan saya, ayah Anna adalah bekas tentara Croatia yang sekarang jadi mafia di Skotlandia, sedangkan penculiknya mungkin bekas tentara juga. Tapi ini baru dugaan lho, silahkan nonton filmnya dulu saja.

1326073918859791413

A Lonely Place to Die adalah sebuah thriller murni menurut saya. Murni karena yang ditonjolkan disini adalah ketegangan demi ketegangan dalam setiap adegannya, yang menurut saya bisa membuat orang berteriak, “Come on…come on…hurry up guys…run…run faster…that f*cking killer behind you”. Meski tanpa twisted plot dan film ini berjalan apa adanya, film ini sangat layak ditonton bagi penggemar berat thriller. Ide film ini sebenarnya sudah tidak terlalu original, karena sudah banyak film thriller yang bertemakan wilderness survival adventure, kejar-kejaran dengan bad guys, atau penculikan seperti dalam A Lonely Place to Die ini. Tapi yang membuat saya bisa mengacungkan dua jempol adalah kepiawaian penulis skenario dalam mengolah ketegangan dalam setiap adegan. Selain itu, saya juga salut pada Julian Gilbey yang telah menunjukkan “taring”-nya dalam mengarahkan film ini yang membuat penonton duduk terpaku hingga film ini selesai. Oh ya, sekedar informasi, Gilbey bersaudara ini juga nampak sangat serius dan total dalam menggarap film ini. Saya sempat baca di credit title-nya, Julian dan Will Gilbey selain sebagai penulis skenario dan sutradara, juga bekerja sebagai editor dan penata suara. Hasilnya bisa dilihat sendiri, sangat memberikan hiburan yang berarti bagi penonton. Selain itu, sepertinya pemilihan lokasi shooting-nya juga tidak main-main, memang betul-betul dipilih lokasi yang menggambarkan betapa susahnya bertahan hidup di alam bebas dari kejaran para penculik. Sepanjang film ini, kita akan banyak disuguhi terjalnya tebing gunung yang penuh dengan batu-batu tajam dan derasnya sungai yang harus dilalui kelompok pendaki ini agar bisa menyelamatkan Anna. Mungkin pemilihan lokasi ini banyak dipengaruhi oleh hobi berkeliaran di alam bebas dari Gilbey bersaudara ini, yang menurut keterangan dari mbah Google, memang Julian dan Will Gilbey ini adalah pendaki gunung yang handal.

1326073974693900223

Meski banyak nama aktor dan aktris yang masih asing di telinga saya terlibat dalam film ini, kecuali Melissa George dan Ed Speleers (Eragon,2006), tapi saya tidak ambil pusing dengan akting dari aktor dan aktris yang kurang saya kenal ini. Kekuatan dari plot (meski banyak plot hole) dan deskripsi ketegangan kejar-kejaran di ganasnya alam pegunungan (dengan berlari…yup, 80% film ini isinya adegan lari-lari di tengah hutan dan gunung melulu) inilah yang sebenarnya bisa mengakomodasi film ini hingga menjadi sebuah thriller yang apik dan bagus untuk ditonton. Memang akting dari Melissa George sendiri yang nampak paling menonjol dari film ini, tapi itu semata-mata karena memang perempuan cantik asal Australia ini sudah banyak membintangi film thriller dan horor, seperti The Triangle (2010) atau 30 Days of Night (2007), sehingga mata saya udah terbiasa melihat mbak yang satu ini beraksi. Melissa George mungkin adalah the next Jamie Lee Curtis karena seringnya main di film horror atau thriller. Secara umum, sebagai penggemar film thriller, saya merasa sangat terhibur dengan A Lonely Place to Die ini karena saya bisa “olahraga” otak dan jantung dengan nonton film ini, selain naik sepeda.

Friday, May 04, 2012

kesasar?


jreng jreeng jreeeng....
pernah denger dooong istilah "kesasar" ..?
kalo gue nyari di google, kesasar artinya salah jalan atau tersesat...
nah, udah tau arti kesasar kan sekarang? :)))

well.. gue pengen nulis tentang "kesasar" ini dari beberapa bulan lalu dimana ada temen yang lagi jalan-jalan ke jogja dari jakarta, dan di tengah jalan mengalami "kesasar" ..

jadi, sebelum gue jelasin tentang kesasar ini, gue mau cerita lebih detail dulu gimana sih ini orang bisa kesasar...
dahulu kala, sekitar 2 bulan lalu.. ada salah satu temen gue dari jakarta yang mau ke jogja buat nyamperin tuh ceweknya.. nah, karena suatu hal, akhirnya tuh cowok berangkatlah ke jogja dengan naik bis..
ngerti sndiri kan, gak ada transportasi masal yang lebih jelas waktu tiba nya daripada kereta dan pesawat.. hahaha
oke, dari perjalanan menggunakan bis itu, ternyata bener, tuh cowok gak sampe di jogja dengan tepat waktu.. bahkan itu bis brenti di sekitar purworejo.. entah karena apa, harus berhenti disana... hahaha

dari sana, rame lah timeline gue dengan isi twitnya yang nyumpahin tuh sopir bis, nyumpahin sana-sini karena gak sampe jogja tepat waktu, dan malah sampenya di purworejo... begitu juga gue dapet kata-kata yang sbenernya gue sering denger dan bahkan sering gue pake juga, yaitu "kesasar"

"sial, entah kesasar dimana ini gue!! gak jelas banget, mau ke jogja kok jadi gini ceritanya!!"

nguahahahaha... lucu sih bacanya... tapi gak kayak gitu sih wujud asli twit si doi.. yaaa.. semacam itulah...
nah, dari twit tadi, gue lagi-lagi sadar akan satu hal..

"entah perjalanan yang tidak terencana atau bahkan perjalanan yang terencana sekalipun, tidak akan ada kata-kata kesasar bila kamu menikmati sebuah perjalanan"

artinya, kalo lu lagi jalan nih yaa, dan ternyata lu gak tau lagi dimana saat itu, tapi terus menikmati perjalanan, apapun caranya, lo gak bakal mikir lo lagi kesasar.. pasti lo bakal mikir inilah destinasi gue!!


yaaaa... itu adalah kamus hidup gue.. lo boleh gak setuju dengan apa yang gue tulis....

"karena setiap orang punya kamus hidupnya masing-masing"

Wednesday, May 02, 2012

bebek dimakan jadi sapi

yey, masih betah nih mantengin blog..
gue mau sedikit cerita lagi.. semoga gak ketiduran bacanya...
masih soal travelling, hahaha... iya karena hidup adalah travelling...tsaaaahh...

begini... pernahkah lo berfikir buat melakukan suatu perubahan besar yang akan berdampak bagi gak cuma buat lo sendiri, tapi juga buat orang lain? pernah? belum?

yak, gak ada yang jawab.. iya karena gak ada yang baca blog gue -___-"


whatever pada baca tulisan-tulisan gue atau enggak, yang penting gue belajar buat nulis.. karena apa? karena gue sadar, gue gak bisa apa-apa.. termasuk nulis...
cuma keinginan dan keisengan nulis yang gak jelas, akhirnya lahirlah beberapa tulisan yang demi apapun, itu hasil pemikiran dan refleksi gue sendiri dalam melakukan perjalanan hidup.. yang pada akhirnya, gue sanggup berfikir lebih dewasa, berfikir keluar dari pemikiran orang-orang...

hasilnya?
belum ada..

karena gue masih belajar... belajar ngertiin elo... #halah


salah, belajar untuk berfikir lebih sederhana..

thats the point!


gak penting?
yuk ah.. gak ada yang baca juga -__-"

arti dasar travelling

oke kali ini sambil nunggu nongkrong, gue mau sedikit share hasil dari ketemu orang-orang hebat saat ikut Jakarta Historical Race...

sebelum gue cerita wejangan dari seorang yang gue anggep ajaib ini, gue gak pernah yang namanya berfikir tentang travelling secara lebih mendasar.. karena (sebagian besar) orang akan berpikiran bahwa travelling adalah kegiatan jalan-jalan menikmati sebuah destinasi yang sebelumnya sudah kita rencanakan ataupun belum sama sekali...

travelling memang gue anggap sebagai hiburan dalam menjalani rutinitas hidup yang membosankan.. iya sih asik kerjaan lo, iya sih banyak temen yang bisa bikin ketawa disetiap hari-hari lo.. tapi akan ada rasa jenuh bila setiap hari, setiap saat kita melakukan yang mengasikan tadi.. iya nggak? enggak? bunuh aja deh gue -___-"

bodo amat sama pendapat lo yang diatas.. hahaha
yang jelas, gue baru sadar satu hal, sebut saja "mawmaw", adalah orang ajaib yang mau gue ceritain..
mawmaw ini adalah orang yang menurut gue hidupnya lempeng... lempeng bukan berarti sekolah dapet nilah bagus, kuliah lancar, kerjaan mapan, trus dapet istri cantik dan setia... bukan, bukan itu maksud lempeng...
maksudnya lempeng disini adalah, dia hidup dengan serba kecukupan, masa bodoh dengan prestasi di sekolah ataupun dikerjaan, tapi yang jelas, karena hidup dengan serba kecukupan ini, dia seolah-olah bisa melakukan apa yang dia mau.. jujur, dan gue gak munafik, gue iri.. hahahaha

salah, bukan itu inti dari yang akan gue bahas disini..
mawmaw ini punya pengetahuan yang luas, walaupun dia tidak meneruskan ke bangku kuliah.. tapi entah kenapa, gue merasa mawmaw ini punya daya tarik tersendiri...

suatu ketika, saat acara Jakarta Historical Race, gue dan mawmaw sedang ngobrol santai sama orang-orang ajaib lainnya.. dan secara tidak sengaja tiba-tiba mawmaw bersabda:

"setiap hari kita ini travelling broooo"

dari kata-kata itu, hati gue langsung bergetar, kemudian mengeluarkan hape untuk nyatet tuh kata-kata ajaib.. memang terkesan sederhana, tapi gue melihat kata-kata tadi sangat berkesan, mendalam, dan gue sadar akan satu hal...

"bahwa apa yang kita banggakan, apa yang kita sombongkan kepada orang lain tentang pengalaman perjalanan kita, sesungguhnya bukan apa-apa dibanding orang yang setiap hari melakukan kerja di kantor dan mengambil satu pelajaran dalam satu hari tadi"

jujur, gak cuma satu poin penting yang gue tangkep dari kata-kata sederhananya mawmaw tadi, tapi bila ditelusuri lebih mendalam, kata-kata tadi bisa berefek magis... magis disini adalah

"travelling bukan sekedar perjalanan ke suatu destinasi, melainkan bagaimana kita belajar dari setiap perjalanan yang kita lakukan"

jadi, banyak orang yang gue temui di hidup gue.. banyak juga yang hidupnya untuk travelling... tapi pada akhirnya kesombongan menyelimuti dirinya.. menganggap bahwa dirinya adalah orang yang mempunyai banyak pengalaman, mempunyai sejuta kenangan indah dengan tempat-tempat yang menakjubkan...

itu semua nothing, bila arti dasar dari travelling sendiri lo gak tau!!

you're nothing brooooo..!!

Monday, April 30, 2012

#JHR #1 Jakarta Historical Race

hai hai
masih dalam hebohnya Jakarta Historical Race #1 , kali ini gue mau sedikit cerita soal #JHR ini yang baru sehari kemarin diadain..
namanya juga Jakarta Historical Race, jadi ini acara diadain di Jakarta tentunya.. dan yang pasti sejarah-sejarah jakarta banyak berperan dalam acara ini..

mungkin sebagian pernah denger yang namanya Amazing Race..
yup, Amazing Race adalah "Games Balapan" dengan konsep travelling mengunjungi tempat-tempat wisata yang sudah ditentukan oleh panitia, dan para peserta diminta untuk mengunjungi tempat wisata yang sudah ditetapkan dengan sebuah clue dan games yang ada di setiap check point..
dalam amazing race ini pemenang ditentukan dengan kecepatan menyelesaikan misi dan finish pertama, sehingga dalam games ini peserta dituntut untuk banyak pengetahuan dan pastinya harus punya fisik yang kuat agar bisa mencapai finish.

nah! sedikit tentang amazing race, kali ini gue mau cerita soal #JHR atau Jakarta Historical Race mempunyai sedikit kesamaan, tapi juga banyak perbedaan.. nah bingung kan? haha

Jakarta Historical Race pada prinsipnya hampir sama dengan Amazing Race, yaitu beberapa kelompok diminta untuk menyelesaikan misi dan mencari tempat wisata dengan cluecard yang didapat setelah menyelesaikan misi tersebut...

oke selanjutnya akan gue jelasin secara lebih detail tentang ini acara
#JHR datang dari beberapa ide dari temen-temen Traveller Kaskus yang suka jalan dan melihat banyak sekali komunitas pecinta jalan-jalan tetapi sering mengelompok sendiri-sendiri...
dari sana munculah ide untuk membuat acara jalan-jalan yang sederhana yang mampu mengumpulkan beberapa komunitas tersebut, dan yang paling penting bukan sekedar gathering, tapi harus ada yang membuat orang-orang pecinta travelling bisa ikutan..

daaaan... jreng jreeng jreeeeng!!! munculah ide "amazing race" ini..

tapi gak sesederhana itu.. #JHR ini punya banyak arti, tidak hanya sekedar memecahkan clue dan mencapai garis finish, tetapi dalam games ini mengandung edukasi tentang sejarah kota jakarta.. Jakarta biasanya diidentikan dengan kemacetan, demonstrasi, hedonisme, dan berbagai macam hiruk pikuknya... tapi guys, jakarta gak cuma punya itu doang kok, karena masih banyak sisi unik yang bisa dinikmati, misalnya dari sisi sejarah... nah, seberapa jauh sih lo tau tentang sejarah jakarta dan seluk-beluknya?

perbedaan lain dari #JHR ini adalah bukan "balapan" atau race nya yang diutamakan, melainkan kekompakan tim dan kreatifitas dalam menyelesaikan misi yang diberikan oleh panitia buat peserta yang jumlahnya mencapai 60 orang... tentu saja 60 orang ini dibagi menjadi 12 kelompok dan masing-masing kelompok adalah 5 orang...
masing-masing kelompok harus menyelesaikan games di setiap checkpoint, dan ada total 5 checkpoint.. disetiap checkpoint, setiap kelompok harus menyelesaikan games yang berhubungan dengan sejarah kota jakarta, mulai dari tokoh-tokoh sejarah, maupun tempat-tempat bersejarah... jadi pengetahuan tentang seluk-beluk jakarta harus tau doong tentunya...

sejak sebulan sebelum acara dimulai, pendaftar sudah mencapai 150 orang, tapi akhirnya hanya 60 peserta yang masuk dalam list peserta, kriterianya? cuma cepet-cepetan aja sih... yang cepet daftar (dan bayar tentunya) , berarti dia berhak ikut dalam games ini..

hadiahnya apaan?
hadiahnya macem-macem guys... mulai dari buku tentang pariwisata indonesia, sampai ke paket liburan gratis ke Taman Nasional Baluran...

seru?
pastinyaaa!!

jadi acara ini gak cuma berhenti disini aja.. karena bakal ada #JHR #2 yang akan diadakan di Jogjakarta di akhir tahun ini...
jadi biar gak ketinggalan infonya, coba deh follow akun twitternya @travellerkaskus




Thursday, April 26, 2012

Blind Travel #1



KasKus Backpacker Community adalah komunitas dengan tujuan menampung semua yang hobby backpackeran untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tempat wisata nusantara, dan membuat sebuah wadah bagi teman-teman yang mempunyai hobby menjelajah tempat-tempat eksotik dengan cara sederhana serta budget minim. awalnya komunitas ini hanya di Yogyakarta tapi pada akhirnya berkembang ke daerah-daerah lainnya  

Setelah sebelumnya sukses menggelar acara games backpacker community yang ada di wilayah yogyakarta. Dan, bertepatan dengan anniversary backpacker community yang pertama. BPC (Backpacker Community) tergerak untuk melebarkan sayap ini untuk kembali menggelar event yang sama. Namun di rancang dengan tema yang berbeda alias Blind Travel.


jadi, apa sih yang dimaksud Blind Travel itu?

blind travel adalah game jalan2 yang digarap oleh anak2 kaskus backpacker community untuk anak-anak yang seneng jalan.
disini mereka tidak tau akan diajak ke daerah yang kita sudah pilih dan membawa duit yang telah disediakan.


Blind Travel sendiri sudah dilaksanakan 1 tahun yang lalu, tepatnya pada 
sabtu-selasa
12-15 februari 2011


nah, ada beberapa poin yang tertera dalam game tersebut:

1. peserta tidak akan diberitahu tempat yang akan dituju
2. peserta akan diberitahukan tempat yang akan dituju setelah berada di stasiun
3. akan dibagikan kelompok kecil setelah sampai di tempat tujuan
4. se,ua peserta diberi tugas untuk mencari atau menemukan titik lokasi yang telah ditentukan oleh penyelenggara sesuai dengan undian yang telah ditetapkan
5. para peserta hanya disediakan bajet seminim mungkin oleh panitia untuk mencapai lokasi yang telah ditentukan



nah, tujuan dari Blind Travel ini adalah:
memperbesar kecintaan kita terhadap wilayah nusantara dan memberikan informasi yang sebesar-besarnya terhadap siapa saja teman2 dari wisatawan domestik maupun mancanegara yang akan mengunjungi wilayah tujuan blind travel.


dan pada akhirnya, tempat yang disepakati adalah:

SUBANG

 

Tuesday, April 17, 2012

BPC - Besar Dan Dewasa Di Jalanan Nusantara


wazzup..
beberapa orang pasti suka yang namanya jalan-jalan.. sebagian orang melihat jalan-jalan sebagai kegiatan untuk menghilangkan stress, tapi ada juga yang menganggap jalan-jalan sebagai tempat eksistensi dirinya sendiri, kepuasan tersendiri bila telah melakukan suatu perjalanan..

kali ini gue mau bikin cerita singkat tentang apa itu BPC (backpacker community)
singkat aja ya, soalnya gue sndiri bukan bagian dari sejarah terbentuknya BPC, jadi pasti ada beberapa poin yang hilang atau malah "miss" dari substansi BPC itu sendiri..

cekidot:

backpacker community atau biasa disebut BPC ini terbentuk pada tanggal 15 Januari 2010 oleh 2 orang pemberani dan tangguh #halah
mereka saat itu masih kuliah, sebut saja Taufiq Siregar dan Reza (gak tau nama lengkapnya siapa) =))

saat itu 2 orang ini melakukan perjalanan nekat menuju Bali dari Jogjakarta.. dengan modal uang seadanya, berangkatlah 2 orang ini ke Bali dan menghabiskan waktu (gak tau berapa hari juga hahaha)



*bersambung*