Monday, July 21, 2014

Blog baru ridhomukti dot com

Malem gaes. Ada beberapa kabar gembira yang ingin saya sampaikan di blog saya ini. Bukan tentang ekstrak manggis yang lagi ngehist belakangan ini, bukan juga saya mau bagi-bagi parcel atau THR, tapi kabar gembira untuk pembaca setia blog saya. 

Sudah lebih dari 5 tahun saya mulai aktif menulis di situs-situs pribadi, tapi pada akhirnya saya lebih memilih konsisten untuk terus menulis di blog ridhomuk.blogspot.com ini. Perjalanan yang panjang, berbagai macam genre menulis sudah pernah saya tulis disini. Sering saya menulis diary yang alay, retorik, dan lain sebagainya. 

Saya sadar tulisan saya hanyalah tulisan abtrak yang hanya menggambarkan keluh kesah, kegelisahan tentang beragama dan bertuhan, ketakutan akan eksistensi orang lain dibandingkan diri saya sendiri, sampai tulisan yang hanya copy paste dari blog orang lain. Tetapi disitulah mengapa saya bisa terus menulis. 

Terima kasih buat teman-teman yang sudah bersedia mampir di blog saya ini. Setia menjadi pembaca dan komentar-komentar yang ada adalah pemicu semangat saya untuk terus menulis.

**

Dalam rangka 4 tahun blog saya ini, saya mengajak temen-temen semua buat mampir di blog baru saya ridhomukti.com yang saya jamin akan lebih banyak tulisan yang lebih menarik dan tampilan yang lebih elegan dibanding blog lama ini :D

Saat tulisan ini saya publish, saya mohon maaf bila di blog saya yang baru masih banyak submenu yang belum selesai saya edit dan beberapa tampilan yang masih dalam proses desain. Tapi akan segera saya selesaikan biar temen-temen betah berlama-lama membaca disana.

matur nuwun.

Wednesday, June 25, 2014

traveller berbasis destinasi

Seketika semua orang tertawa ketika jawaban saya adalah "jakarta". Ya itulah jawaban saya ketika ditanya oleh moderator tentang tempat mana yang menurut saya paling berkesan ketika traveling. Audience yang isinya adalah para pejalan dengan membawa bendera komunitasnya masing-masing sontak menertawakan jawaban yang terkesan aneh tadi. 

Saya hanya bisa terkejut melihat reaksi mereka yang seragam, bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan saya, tetapi ternyata tidak, hal yang membuat ruangan menjadi riuh adalah jawaban saya yang jauh dari ekspetasi mereka tentang destinasi yang menarik atau jauh dari hiruk pikuk kota. Mungkin saja kalau saya menjawab tempat yang paling berkesan adalah Kraton Yogyakarta, bisa jadi suasana menjadi semakin ramai.

Saya langsung terheran-heran dengan sikap para -yang notabene adalah seorang pejalan- tadi, mereka selalu menyebut seorang traveller adalah orang yang cukup dewasa dalam menjalani hidup ini, emm mungkin tidak semua tapi sebagian besar, tetapi yang terjadi adalah justru sebaliknya. Sikap kekanak-kanakan jelas terpampang di depan mata saya sendiri bahwa yang namanya traveling adalah jalan-jalan ketempat yang jauh, ke pantai, ke gunung, atau ke desa yang jauh dari hiruk pikuk kota.

Dimakah letak kesalahannya? Apakah saya yang salah dalam mendeskripsikan arti dari traveling itu sendiri? Atau saya yang terlalu tinggi dan terlalu jauh memaknai sebuah perjalanan?

Sangat menggelitik sebenarnya, karena trend yang sedang berkembang saat ini adalah seorang pejalan selalu mengkampanyekan untuk menjaga alam agar tetap lestari, terjaga keseimbangannya agar anak cucu mereka kelak bisa menikmati keindahan alam yang sama dengan yang mereka alami saat ini, kemudian menyudutkan orang-orang lain yang tidak suka traveling sebagai perusak alam. Bukankah sangat lucu bila sebagian besar pejalan dengan bangganya menyebut traveling adalah cara kita untuk menjadi dewasa, tetapi justru yang terjadi adalah sebaliknya. Lalu apa kabar dengan orang-orang yang tidak melakukan traveling?

Traveller tidak bisa dituntut juga bila ada pertanyaan kenapa para traveller ini belum juga dewasa. Karena kedewasaan tidak bisa diukur dari seberapa sering mereka melakukan perjalanan atau seberapa lama mereka mulai melakukan hobi jalan-jalan ini. Kedewasaan berkembang karena traveller memaknai perjalanan mereka tidak sekedar untuk merefresh otak mereka, tetapi ada hal yang harus dipelajari dari setiap langkah kaki mereka. Sayangnya, tidak semua traveller memahami hal tersebut.

Destinasi yang menarik untuk dipubilsh di internet adalah salah satu tujuan mereka melakukan travelling. Hal ini diamini oleh penyelenggara-penyelenggara talkshow atau sekelas seminar nasional. Tema yang umum diangkat adalah bagaimana caranya untuk berani melakukan travelling dan mengajak calon traveller untuk mengunjungi sebuah destinasi yang unik, sehingga goal-nya adalah traveller berbasis destinasi, menjadi dewasa hanya sekedar bonus. 


Friday, April 25, 2014

cerita siang tadi

oke ini cerita nyata yang gue alami.
tadi siang gue mengalami kesialan karena kebodohan, gak tau gue yang bodoh atau orang lain.

ceritanya ban motor gue lagi bocor, pasti langsung cari tukang tambal ban lah ya, nah entah kenapa waktu itu susah banget cari tambal ban di sekitar rumah, padahal saat itu gue harus buru-buru nambal ban karena ada acara jam 1..

nah ban gue ini sbenernya bocor alus, bocor yang anginnya gak langsung habis, tapi dikit-dikit gitu. jadi bisa gue naikin buat keliling kampung cari tambal ban. haha . basa-basinya panjang yeee :p

pokoknya pada akhirnya gue dapet tambal ban, dan mulailah perbincangan gue dengan abang-abang yang punya.

Gue : bang, bisa nambal ban, bang?
Abang-abang : bisa mas, *sambil tiduran di kasur*
Gue : akhirnyaaa.. *ambil nafas lega akhirnya dapet tambal ban setelah keliling kampung*

30 menit nungguin, kok belum dikerjain juga ini motor..

akhirnya ada ibu-ibu dateng ke bengkel, dan ternyata ibu-ibu ini anak dari abang-abang yang tadi gue tanyain di awal.

ibu-ibu: bisa dibantu mas?
gue : ini bu, mau nambal
ibu-ibu : wah mas, bapaknya lagi ke kantor, buka nya malem mas
gue : lah, tadi katanya abang-abang tadi bisa nambal bu?   eh..



*abaikan*

Saturday, March 08, 2014

solo traveler

Dalam perkembangan dunia pariwisata yang semakin pesat ini, semakin banyak pula orang-orang yang melakukan perjalanan. Dengan dalih ingin berlibur melepas penat, tak sedikit pula yang punya alasan untuk mencari jati diri, proses pendewasaan, dan lain sebagainya.

Suatu malam gue ngetwit tentang rencana perjalanan gue selanjutnya ke Dieng, muncullah mention-mention yang isinya relatif sama, "sendiri lagi?". Apa salahnya kalau kita traveling sendirian? Bukankah disitulah cara untuk mengenal lebih jauh tentang diri kita sendiri? Proses pendewasaan yang mereka bicarakan ada di perjalanan ini.

Mari kita telaah bersama, bagaimana mungkin seseorang merasa dirinya lebih dewasa dan lebih mengenal budaya setempat atau lebih mengenal dirinya sendiri bila dia sedang ikut rombongan trip? Yang terjadi adalah mereka sedang menjadi follower. Dimana letak proses pendewasaan dirinya?

Sulit memang menjelaskan bagaimana seseorang menjadi lebih dewasa atau tidak dari sekedar melakukan perjalanan sendiri atau beramai-ramai, tapi bisa dipastikan keduanya memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melakukan perjalanan. Tak perlu muluk-muluk, seorang traveler yang melakukan perjalanan bersama-sama akan cenderung menuliskan serunya mereka traveling bersama teman-temannya ataupun tentang seberapa indah tempat yang dikunjungi dengan tambahan foto-foto epic mereka. Tapi mari kita lihat apa yang akan dilakukan oleh solo traveller, mereka akan cenderung menuliskan seberapa menarik masyarakat dan budaya sekitar atau betapa prihatin dirinya melihat ketimpangan sosial di daerah terpencil.

Tentu ini bukan soal matematika.

Sunday, March 02, 2014

Film Pendakian Gunung Terbaik

Selama ini film dengan tema pendakian gunung memang tak sepopuler film-film bertema lain seperti film percintaan atau film action. Tetapi walaupun begitu, ada cukup banyak film - film yang bertemakan tentang pendakian gunung. Baik bergenre dokumenter, actionhorrorthriller, ataupun drama. Dari banyak judul tersebut, ada 5 Film Pendakian Gunung Terbaik menurut gue, tapi juga ini atas referensi yang gue baca di belantaraindonesia.org :

1. Nordwand a.k.a The North Face 
Bercerita tentang 2 pendaki Jerman ambisius, Max Mehringer dan Karl Sedlmayeryang mencoba mendaki dinding utara Eiger, dijaman dimana Nazi menjadi partai yang berkuasa di Eropa. Keterbatasan peralatan dan teknik, kedua pendaki yang membawa nama Jerman ini mati di tengah gunung, ketika orang orang di basecamp pendakian berpesta atas keberanian mereka mendaki gunung maut tersebut. Tragis dan ironis.
www.belantaraindonesia.org

Setelah kematian mereka, pendakian ke gunung Eiger ini ditutup, tapi tak mampu menahan ambisi para pendaki, karena "the first men to summit will be celebrated as Olympic heroes"and so the battles cry echoes through Europe: Attack the Eiger North Face!!!

Film ini diangkat dari kisah nyata, dan dikisahkan dalam film yang luar biasa, dramatis, dan tanpa katastropik seperti film Hollywood. Ini film yang pertama yang wajib di tonton oleh mereka yang mengaku pendaki gunung.

2. Seven Years in Tibet
Film ini juga diangkat dari kisah nyata pendaki gunung kenamaan, Heinrich Herrer, seorang Jerman, ketika mendaki Gunung Everest di Himalaya, dan pengalamannya terdampat di Tibet selama 7 tahun. Di sana ia tak sekedar mendaki gunung, tapi juga mendapatkan pengalaman spiritual langsung dari pemimpin Tibet,Dalai Lama. Di Tibet pulalah ia belajar kebijaksanaan timur, dimana manusia tak diukur dari prestasinya, tapi bagaimana ia menaklukkan diri sendiri.
www.belantaraindonesia.org

FYI, catatan Heinrich Herrer juga menjadi salah satu acuan dari team pendaki Mahitala ketika mereka menjelajahi pegunungan Jaya Wijaya di Papua beberapa tahun silam, menurut buku yang diterbitkan oleh Mahitala, Sudirman Range Trail. Film yang dibintangi Brad Pitt ini memang tak melulu menceritakan pendakian gunung, tapi juga kehidupan pribadi Heinrich Herrer, termasuk kisah cintanya.
 
3. Nanga Parbat
Seperti dua film diatas, film ini juga merupakan kisah pendaki besar, Reinhold Messner, ketika mendaki gunung Nanga Parbat. Banyak kisah terjadi dalam proses pendakian itu, dianggap hilang dan mati, namun akhirnya berhasil kembali, meski turun pada tempat yang berbeda, India.
www.belantaraindonesia.org

4. Touching The Void
Film semi dokumenter ini berkisah tentang 2 pendaki Inggris, Joe Simpson dan Simon Yates, yang lolos dari kematiannya ketika mencoba mendaki Siula Grandreunclimbed west face of a notorius 21.000 feet peak, di Peru.
www.belantaraindonesia.org

5. The Wildest Dream
Film dokumenter ini merupakan perjalanan napak tilas Conrad Anker yang mencoba apa yang dilakukan oleh George Mallory dan Irvine saat mendaki Everest puluhan tahun lalu. George Mallory dan Irvine hilang saat mencoba mendaki puncak tertinggi di dunia itu.
www.belantaraindonesia.org

Disini, Conrad Anker mencoba melakukan pendakian yang sama dengan pendakian Mallory, termasuk peralatannya. Film ini bagus, mengingatkan kita betapa luar biasanya para pendaki terdahulu, bahkan dengan alat seadanya, berambisi untuk mencapai puncak-puncak paling kejam sekalipun. Film yang dibuat oleh National Geographic ini lumayan bagus untuk menambah wawasan para pendaki gunung di jaman ini.

Saturday, March 01, 2014

Tergerusnya Komunitas

Ada banyak tipe pejalan yang gue temukan. Sebagian besar melakukan perjalanan bareng komunitas, tapi tidak sedikit pula yang (pada akhirnya) memilih untuk menjadi single fighter karena alasan tertentu. Tentu saja tidak bisa kita pungkiri perkembangan pariwisata indonesia tidak lepas dari campur tangan komunitas-komunitas pejalan yang meracuni anggotanya untuk ikut menjelajah negri ini.

Seiring waktu, penggiat jalan-jalan semakin berkembang pesat, semakin banyak traveller yang mencari tiket promo untuk mendapatkan tiket murah ke suatu tempat. Komunitas-komunitas pejalan juga semakin besar dengan semakin banyaknya anggota yang join trip mereka, tapi yang terjadi adalah anggota-anggota ini sebatas join trip, tidak ikut serta merta membesarkan dan menyumbang ide agar komunitas-komunitas ini terus eksis, yang pada akhirnya komunitas-komunitas ini habis dimakan usia tanpa adanya regenerasi.

Ada 2 hal yang menurut gue komunitas-komunitas ini tidak bisa bertahan lama:

1. Tiket pesawat murah yang ditawarkan maskapai-maskapai penerbangan memaksa traveller melakukan perjalanan dengan teman terdekat mereka sendiri, atau bahkan banyak yang pada akhirnya melakukan solo trip. Hal ini berimbas pada banyaknya member yang kehilangan rasa memiliki pada komunitas mereka, sehingga banyak member yang menjadi tidak mempunyai keterikatan untuk harus membesarkan komunitas yang telah melahirkan mereka.

2.  Apa ya, gue sebut saja pengurus komunitas, meskipun bukan pengurus, tapi mereka adalah orang yang aktif dan selalu memberikan ide-ide segar untuk dibawa kemana komunitas ini, jadi sebut saja mereka adalah pengurus komunitas. Nah para pengurus ini sadar bahwa member mereka banyak, bahkan ketika melakukan ajakan trip selalu ramai dengan orang-orang baru yang semangat bergabung dalam trip mereka. Tapi yang dilakukan tidak cukup untuk melakukan regenerasi. Pengurus selalu mencoba melakukan ajakan trip untuk berkenalan dengan orang-orang baru, tetapi tidak untuk menjadikan mereka pengurus yang baru bagi komunitas mereka. 
Buntu, sampai pada akhirnya berujung pada ajakan ngumpul bareng pengurus lama untuk kembali membesarkan lagi komunitas. Hal inilah yang tidak disadari, bahwa pengurus lama tidak lagi aktif di komunitas karena kesibukan dan jadwal trip mereka sendiri-sendiri.
Pengurus terus saja bernostalgia dengan masa-masa kejayaan mereka yang lalu, sehingga lupa bahwa untuk melakukan regenerasi tidak bisa dengan menarik kembali orang-orang lama untuk bergabung, tetapi justru mencari orang baru untuk meneruskan perjuangan mereka. Tentu dengan adanya orang-orang baru akan memicu kecemburuan orang-orang lama karena hilangnya eksistensi mereka di komunitas mereka sendiri, tapi sudah sewajarnya semua orang sadar diri bahwa untuk komunitas terus eksis adalah perlunya regenerasi. Nostalgia memang perlu, tapi bukan satu-satunya cara jitu mengembalikan nama besar komunitas mereka.


:fm: Circa Survive - Your Friends Are Gone

Friday, December 06, 2013

sebuah lelucon

apa yang kita cari dari sebuah perjalanan? murni pendewasaan diri? atau sekedar eksistensi diri untuk diakui orang lain bahwa kita seorang pejalan yang bebas tanpa beban yang sudah kesana kemari menginjakkan kaki yang tidak semua orang bisa datangi? atau kita orang yang peduli dengan lingkungan? atau hanya untuk membuktikan bahwa bumi yang indah ini tidak hanya ada di sekitarnya? atau untuk mencari teman sebanyak-banyaknya? atau apapun itu..

mari kita jujur pada diri kita sendiri, tak usah munafik, cukuplah jawaban-jawaban itu untuk kita sendiri.. 


dalam sebuah perjalanan singkat gue beberapa minggu yang lalu, entah yang keberapa jalan kesana, sebut saja Gunung Api Purba Nglanggeran, dimana gunung ini tergolong pendek dan tak begitu menyulitkan pendaki-pendaki gunung, secara di beberapa track yang nanjak sudah ada tangga yang disemen untuk memudahkan pendaki menikmati pemandangan dari atas; saat itu hari minggu pagi menjelang siang kita ber 6 turun dari puncak gunung ini, mendapati puluhan anak SMA yang sedang dalam perjalanan naik, tanpa bekal logistik, tanpa tas yang menggunung, tanpa kamera, dan tanpa gear outdoor, persis seperti anak-anak muda yang sedang jalan-jalan di mall.. sandal crocs yang seharusnya mereka pakai di kaki akhirnya mereka tenteng di tangan, beberapa sedang menggandeng pasangannya sekedar membantu berjalan di tanah yang licin setelah hujan semalam..

lucu memang, tapi kemudian gue sadar dan tergelitik dengan tingkah laku mereka.. dengan polosnya mereka tak acuh dengan medan yang tak biasa seperti itu, seakan tak peduli dengan peralatan yang dipakai untuk sekedar menikmati keindahan alam pegunungan bersama teman-teman.. 

kemudian gue melihat diri sendiri, apa yang gue kenakan mulai dari kepala sampai dengan kaki lengkap dengan peralatan outdoor, bahkan untuk sekedar tektok di gunung ini gue harus memenuhi isi tas dengan peralatan yang entah terpakai atau tidak, mulai dari kompor, jas hujan, headlamp, pisau, dan segala tetek bengeknya..

seketika gue malu dengan diri sendiri, apa yang gue pakai ini tak berarti apa-apa bagi anak-anak itu, barang yang gue bangga-banggakan dengan harga yang tidak murah, yang selama ini orang-orang bahas di twitter, di forum-forum peralatan outdoor ternyata hanyalah omong kosong bagi anak-anak SMA ini.. yang mereka cari murni foto dan canda tawa bersama teman, fix orang-orang yang gak munafik..

merekalah orang-orang yang setulus-tulusnya mencari kebahagiaan semata dari sebuah perjalanan, dan bisajadi secara tak sadar apa yang mereka alami juga merupakan proses pendewasaan diri.. tak melulu soal peralatan gunung yang canggih dan simple, mereka cukup mengenakan pakaian yang mereka pakai sehari-hari..

gue tidak sedang mentertawakan mereka yang tak mengenakan peralatan outdoor yang lengkap, tapi justru gue sedang mentertawakan diri gue sendiri.. cara hidup yang seharusnya sederhana ini malah gue persulit dengan peralatan gunung yang tetek bengek, padahal yang gue cari juga sama dengan mereka, hiburan di gunung, dan foto.. gue selalu dipusingkan dengan idealisme orang-orang untuk naik gunung, yang secara tak sadar kemudian menjadi idealisme bagi gue sendiri..

Thursday, December 05, 2013

Bencana Alam Untuk Siapa?

kalo kalian ngikutin berita-berita di twitter atau blog orang, atau mungkin blog gue sendiri ini, maka kalian akan mendapati belakangan orang-orang (termasuk gue) sibuk berteriak tentang eksploitasi alam.. lalu masing-masing orang akan ngebully orang yang baru saja jalan-jalan ke suatu cagar alam, sebut saja pulau sempu.. atau kita sedang bersedih dengan situasi Gunung Semeru yang semakin bau dan sangat tidak indah dipandang mata dengan sampah yang menumpuk di pojok Ranu Kumbolo.. atau mungkin kita juga salah satu yang berteriak paling keras terhadap penambangan freeport di Papua.. atau kita adalah orang yang berada di garis depan melawan wisatawan yang berkunjung ke Kiluan, entah dengan alasan lumba-lumba akan terbiasa mendengar suara mesin kapal yang nantinya akan merubah pola hidup lumba-lumba itu atau apalah itu..

tapi pernahkah kita mencoba berfikir mejadi warga sekitar? 
atau mungkin banyak yang belum tahu apa yang dilakukan penambang belerang di Kawah Ijen.. bagi yang pernah dan tahu apa yang dilakukan penambang-penambang ini, mungkin akan berfikir ulang untuk menulis artikel tentang eksploitasi alam.. bahkan gue sendiri melupakan apa yang gue lihat 2 tahun lalu apa yang penambang lakukan di kawah itu.. dan dengan lantang dan bangganya karena telah menjadi bagian dari agen perubahan cinta lingkungan..

seperti yang orang-orang sampaikan, bencana datang seiringan dengan apa yang telah dilakukan manusia akan alam itu.. tapi mari kita refleksikan kembali, apa definisi bencana itu sendiri? sesuatu yang merugikan manusia? manusia yang mana? manusia siapa? 

ketika kita menyebut lumba-lumba akan berubah pola hidupnya karena banyaknya wisatawan yang datang ke rumahnya, kemudian manusia-manusia ini khawatir nantinya tidak akan bisa melihat lumba-lumba itu lagi karena perubahan alam..
atau kita yang ngebully orang di twitter karena ada sebuah foto bunga edelweis di meja kantornya.. atau hanya karena foto seseorang memegang karang ketika sedang menyelam, lalu semua orang kesal dengan ulahnya karena karang akan mati karena kandungan asam kulit manusia, kemudian karang-karang yang indah itu pun akan mati, dan kita menyebut wisatawan itu mengeksploitasi alam dan tidak bertanggung jawab dengan perjalanannya sendiri.. suatu waktu manusia ini akan menyebut inilah bencana alam karena karang-karang tak lagi indah karena kelakuan manusia itu sendiri..

kemudian mari kita membayangkan:
bagaimana bila perjuangan membuat alam ini tetap terjaga ternyata berjalan dengan mulus? manusia dibatasi untuk datang ke cagar alam, manusia tidak lagi dibolehkan menyelam karena khawatir tidak semua orang bisa menepati untuk tidak memegang karang, dan manusia dibatasi naik gunung..
pernahkah kita memikirkan bagaimana nasib pemilik warung di Ranu Pane bila kemudian sepi? ojek tak lagi seramai sekarang, pemilik kapal di Kliuan tak lagi makan nasi setiap harinya karena sepinya wisatawan, tak ada lagi orang yang menyewa rumah Pak Kholiq di Pantai Sendang Biru, penambang belerang di Gunung Ijen banyak yang menganggur..
masyarakat lokal di PHK masal oleh ulah kita sendiri..

dan pada akhirnya kita menyebut ini bencana..

Sunday, November 24, 2013

2 hari untuk selamanya

dalam perjalanan pulang, saat itu awan gelap menjadi hal yang biasa, menemani perjalanan kami selama di Lampung.. iya, tepat seminggu yang lalu aku jalan dengan, sebut saja "temen tiri", adalah semacam kumpulan orang-orang yang gak munafik, setidaknya gak munafik dibanding orang-orang lain disekitarku..



2 hari yang singkat, yang sangat berkesan.. kami ber 6 tidur bersama, makan bersama, dan menghabiskan malam dibawah ribuan bintang yang seakan ikut dalam lingkaran permainan truth or dare kami..

kala itu sedang ada acara pengajian di samping rumah yang kami tinggali karena sehari sebelumnya ada yang meninggal, lalu pergilah kita di sebuah gazebo di bibir dermaga untuk sekedar menggosip, masih seputar percintaan hahaha

aaah, aku bahkan kehabisan kata-kata untuk menceritakan ini semua..

2 hari untuk selamanya...

Friday, September 27, 2013

racun ala pejalan


udah lama banget gak nyentuh ini blog, kalo besi pasti udah karatan kena hujan dan panas haha
well, gue mau nulis keluh kesah lagi soal traveling yang ini gue dapet dari hasil baca-baca di timeline, nah kebetulan banyak akun jalan-jalan yang gue follow.. dari situlah ide-ide untuk mengkritik dunia travelling bermunculan..

mungkin kasus ini udah sering dilakukan oleh semua akun traveling, bahkan sejak dulu, termasuk gue sendiri pelakunya.. tapi baru gue sadari semalem karena twit oleh salah satu akun traveling, yaitu tentang tempat wisata yang wajib lo kunjungi.. yang kemudian gue lagi badmood aja tiba-tiba nyindir twit-twit tersebut..

betapa tidak, yang dilakukan oleh akun-akun traveling di twitter dengan foto-foto tempat wisata untuk memberi "racun" kepada pembacanya gue pikir sebagai proses eksploitasi tempat wisata tersebut, lalu ketika tempat wisata tersebut mulai ramai dikunjungi oleh "turis" ini dan hancur dengan sampah dan ribuan manusia berkumpul secara bersamaan, maka yang dilakukan akun-akun traveling ini adalah menyalahkan "turis-turis" tersebut..

apasih manfaatnya ketika kita menebar "racun".......

lalu apa yang didapat oleh admin-admin ini? kepuasan.. kepuasan telah memberi "racun" kepada follower nya untuk jalan-jalan ke tempat wisata tertentu.. selebihnya mereka akan lepas tangan dengan hancurnya tempat wisata.. tapi permasalahannya, inilah salah satu cara yang disadari untuk menggaet follower, dengan mengikuti "pasar" yang ada, bahwa orang-orang sekarang sedang sibuk travelling dan iming-iming pemandangan yang indah dan berita soal dunia travelling, maka follower akan terus berdatangan..

jadi sederhananya adalah twitpic adalah salah satu cara untuk menggaet follower, namun hal tersebut tidak disadari secara langsung oleh admin-admin travelling, karena memang dampak yang ditimbulkan tidak terlihat dalam jangka pendek, sehingga yang dilakukan adalah sah-sah saja.. mirisnya, akun-akun travelling saling berlomba untuk menampilkan foto-foto terbaik mereka..

sejujurnya menebar racun dengan share foto-foto tempat wisata adalah sesuatu yang tidak salah, bahkan akan ada pembenaran bahwa wisata akan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar, namun apakah hal tersebut diimbangi dengan kesiapan warga sekitar dengan dampak yang ditimbulkan? sama halnya dengan sebuah perusahaan yang akan muncul di suatu desa dengan iming-iming terserapnya tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di tempat tersebut, namun apakah hal tersebut menjadi cara utama untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar? tidak, karena dampak negatif yang ditimbulkan tentu akan lebih besar..

jika kita pernah mendengar istilah ekowisata, maka hal tersebut belum sepenuhnya disadari oleh pencari nafkah dari warga sekitar.. disinilah kenapa menebar "racun" kepada follower menjadi hal yang salah, karena dengan menebar "racun" dan para wisatawan berdatangan sama saja kita telah membunuh anak cucu mereka dengan cara kita sendiri..

bukan kita yang salah, bukan juga warga sekitar yang salah, melainkan sistem.. sistem yang memaksa warga sekitar mencari nafkah dari wisata dengan cara yang sesingkat-singkatnya, sebanyak-banyaknya, dan akun-akun twitter mencari follower dengan cara berlomba-lomba menawarkan pemandangan yang paling yahud versi mereka.. dua pihak ini sama-sama mencari keuntungan, sementara pemerintah merasa bangga dengan devisa yang terus bertambah dari sektor wisata (jangka pendek)..





ah ngomong apa sih gue, sok care -__-

Wednesday, April 10, 2013

sometimes

sometimes we get sad about things and we dont like to tell other people that we are sad about them. we like to keep it a secret. or sometimes, we are sad but we really dont know why we are sad, so we say we arent sad but we really are

Monday, April 01, 2013

travelling "jaman sekarang"

oke sebenernya sampai tadi siang gue belum punya ide buat nulis blog lagi, belum mood juga buat cuap-cuap mengkritisi dunia travelling lagi, tapi kemudian gue sadar akan satu hal yang kasus ini mulai menghantui para traveller "jaman sekarang"

gue terinspirasi dengan postingan blog nya Suci Tembangraras yang isinya tentang kangennya si doi bisa jalan-jalan bareng lagi seperti dulu.. dengan serunya perjalanan dia bersama puluhan travelmate nya, yang kalo kata Uci "No itin... no budget., mager. dan gak perlu ngurusin ini itu, persiapan ini.. itu ... just go show......" :((

kalo diinget-inget emang bikin kangen juga bisa jalan seperti itu, tapi apakah masih bisa kita jalan lagi dengan cara seperti itu? kalo gue jawab "enggak!! lo gak akan bisa lagi jalan dengan cara seperti dulu lagi!!" maaf, mungkin kata-kata gue sedikit kasar dan mungkin bisa jadi itu subjektif, tapi kata-kata gue itu bukan tanpa alasan.. kenapa?

pertama: harga tiket murah maskapai penerbangan membuat setiap traveller mencoba mendapatkannya agar bisa keliling indonesia, bahkan keluar negeri, dan gue pun melakukan hal yang sama.. setiap orang sudah mempunyai jadwal terbangnya sendiri-sendiri, dengan travelmate pilihan mereka sendiri-sendiri pula.. sudah tidak ada lagi perjalanan yang secara spontan lo dapet temen baru, kenalan, dan mengembangkan jaringan seperti dulu lagi, yaaa kecuali lo ikut ajakan trip di lapak orang yang lo bakal dapet temen baru.. nah tambahan aja nih, parahnya lagi, orang-orang akan jalan sesuai dengan jadwal harga tiket murah maskapai itu, kalo misal harga tiket murahnya cuma hari 1 dan hari ke-3, maka dia akan jalan selama 3 hari itu doang, miris :(

kedua: harga tiket murah maskapai penerbangan yang murah biasanya akan mempunyai jadwal terbang jauh-jauh hari, artinya orang lain gak akan bisa ikut jadwal terbang lo kalo gak pesen tiket bareng saat itu juga, kalo orang lain pesen tiket deket-deket hari H, artinya dia akan dapet harga tiket yang lumayan mahal.. nah, skali lagi lo gak akan jalan dengan orang selain travelmate pilihan kamu.. 

ketiga: gue yakin sebagian besar para traveller sudah menyimpan jadwal tiket pesawat untuk keluar kota jauh-jauh hari, dan bisa jadi gak cuma 1 tiket pesawat, bahkan ada temen gue yang tahun 2013 ini sendiri udah ngantongin 5 tiket promo pesawat *pusing gue liatnya* :)) yang artinya, dengan tiket pesawat itu dia akan menyisihkan uangnya untuk bisa jalan ke tempat yang sudah dia rencanakan dengan tiket-tiket pesawat itu, pada akhirnya lo gak akan bisa ngajak orang lain untuk jalan bareng di luar rencana perjalanan dia.. kecuali temen lo itu emang punya banyak duit dan punya banyak waktu..

keempat: emang dasarnya sekarang susah cari tiket kereta kelas ekonomi.. udah gak ada lagi yang namanya jalan spontan, karena segalanya pasti sudah kita rencanakan jauh-jauh hari, kalo mau pesen tiket kereta jadi harus cari jadwal dan segala macemnya, sedangkan tiket bis juga muahal, apalagi pesawat kalo dadakan gitu.. yee kaaan? :p jadi daripada jalan spontan, kebanyakan traveller akan mengurungkan niatnya buat jalan santai lagi.. eemmmm kalo kasusnya begini sih jadi gak ada lagi yang namanya jalan santai, semua udah terjadwal, semua jadi dikejar waktu pulang ataupun waktu kerja :((


trus apa dooong yang bisa kita lakukan kalo kejadiannya begini? apa cuma pasrah aja ngliat kita dijajah oleh maskapai penerbangan? 

well, kita emang gak bisa munafik, keliling indonesia adalah cita-cita setiap traveller, dan inilah moment bagi kita buat meraihnya.. meskipun sedikit, tapi gak akan ada lagi orang yang idealis dengan cara jalannya yang sederhana dan tradisional seperti dulu lagi.. 


yaa idealnya sih seperti kata temen gue, ajo:

"jangan sampai perjalanan kita dikendalikan oleh maskapai penerbangan"

Tuesday, March 26, 2013

travel is very subjective


haiya, gue mau share lagi masih soal travelling, dan menurut gue tidak banyak orang yang sadar akan hal ini..
sekitar sebulan lalu ada salah satu kaskuser yang ada di jakarta bingung mau liburan kemana, dan minta saran di forum traveller kira2 tempat yang asik murah dan gak butuh waktu yang lama, kemudian muncul lah berbagai masukan dimana salah satunya adalah jogja.. yap, kalo melihat kriteria itu sih emang jogja yang paling memungkinkan untuk wisata asik, murah, dan gak butuh waktu lama.. tapi kemudian dibantah sama si doi karena jogja gak ada apa2nya, begitu2 doang ah... pokoknya kalo orang minta saran tapi sarannya selalu dibantah, mending di-iya-in aja lah :/

kemudian gue inget, iya juga sih jogja begitu2 doang, jogja cuma malioboro dan sekitarnya, jogja cuma kota kecil yang punya gunung merapi dan puluhan pantai yang masih asri dengan pasir putihnya.. yap, itulah jogja dimata orang yang memandang jogja dari luarnya saja.. tapi gue mulai berfikir lebih dalam lagi, apa yang bisa gue nikmatin dengan kota kecil ini, dengan malioboro yang hanya toko sovenir berjejer di pinggir jalan, dengan ceker ayam rasa chicken wings made in bu sastro, dengan gunung dan pantai yang juga ada di kota2 lain?

oke mungkin terlalu subjektif untuk menjelaskan jogja dengan sudut pandang yang lebih luas dan lebih mendalam, tapi mungkin beberapa argumen temen gue yang bilang bahwa jogja ngangenin, jogja yang sederhana dengan keramahannya, jogja yang dingin, malamnya jogja yang penuh dengan pengamen jalanan dan waria-waria yang meminta dengan sopannya, dan segala jogja dengan tetek bengeknya inilah yang gak semua orang bisa rasakan dan nikmati..

seperti twit gue beberapa hari yang lalu yang isinya: "semua orang bisa ke jakarta bahkan ke bali, tapi tidak semua orang bisa menikmati bali apalagi jakarta" mungkin gambaran lebih sederhananya dari postingan blog gue ini.. nah bisa jadi orang yang memandang suatu tempat dengan sudut pandang luarnya aja tidak akan bisa menikmati apapun, justru dengan kita memandang suatu tempat wisata dengan lebih mendalam itulah tempat wisata akan menjadi lebih kaya dan tidak akan ada habisnya..



all journeys have secret destination of which the traveler is unaware :)

Friday, March 08, 2013

PENGUMUMAN!!

selamat malam..
mulai hari ini gue mau beri pengumuman buat follower gue di blog alay gue bahwa:

alamat blog yang sebelumnya imnotdelicious.blogspot.com ganti menjadi


ridhomuk.blogspot.com


bukan karena ababil yaaa.. tapi jujur belakangan ini gue mengalami benturan psikologis *halah* , alias beberapa minggu ini gue dibuat pusing dengan ditemukannya blog lama gue ridhomukti.blogspot.com dan yang gue temukan disana adalah ini:

hanjir bener kaaaaan hahahahaha
awalnya emang karena web ridhomukti.com punya orang asing ini pengen gue ambil alih.. tapi gue baru inget kenapa gak blogspot aja dulu.. isenglah gue buka ridhomukti.blogspot.com dan itulah yang gue dapet.. SYOOOOOK!!!!!! PANIIIIK!!!! GAK PERCAYA ITU BLOG PUNYA GUEEE.. ALAY BENYEEERRRRR!!!! akhirnya gue buka satu2 artikel yang ada disana......

oke, sampai disini gue masih gak percaya ini blog punya gue :|
*buka artikel lain sambil nangis* 

berasa kenal sama akun nya :| *otak makin gak karuan :(*

INI LAGI!!! T.T
akhirnya gue percaya 100% ini blog gue jaman jaya2nya lagi alay... *speechless*

*buka profile* berharap apa yang gue dapet gak alay dan separah yang ada di tampilan blog *siapin piso*


*GLEG*
itu blog 2007, dan profile gue se-optimis itu.. *masih speechless*



*sign out*

Wednesday, March 06, 2013

Jenis-Jenis Travel Writing

masih soal travelling dan gue mau sedikit share tentang (lagi-lagi) idealnya sebuah travelling itu dilakukan, tapi kali ini lebih kepada apa yang kita lakukan ketika travelling sudah dilakukan.. kebanyakan seorang traveller akan share tentang hasil perjalanannya berupa foto di facebook atau di twitter atau media sosial yang lain, tapi tidak sedikit yang kemudian menuangkannya kedalam tulisan di blog, website atau bahkan dicetak menjadi sebuah buku yang harapannya akan dibaca orang lain sebagai referensi untuk menuju destinasi yang direncanakan..

oke sebelumnya gue mau jelasin dulu soal travelwriting yang menurut gue ada beberapa salah kaprah bagi sebagian orang, inget ya, bagi sebagian orang yang artinya mungkin bagi sebagian yang lain bisa jadi lebih terbuka dan lebih dewasa dalam memandang laporan perjalan orang lain.

pertama: filosofi travelling
nah yang satu ini gak banyak yang menulis tentang filosofi travelling, emmm apa ya mungkin gue salah dalam membuat istilah, yang jelas beberapa orang menulis hasil perjalanannya berdasarkan apa yang dia dapat ketika melakukan travelling dan menuangkannya kedalam tulisan yang tujuannya untuk mengubah cara pandang pembacanya tentang travelling.. tujuannya jelas, tetapi tulisan semacam ini tidak begitu diminati oleh pembaca karena kebanyakan travelling ketika mencari referensi adalah mencari sesuatu yang menyenangkan, sedangkan dalam tulisan Filosofi Travelling ini kebanyakan cenderung menyalahkan traveller lain atau penulis lain dalam memandang travelling itu sendiri. nah gue sendiri lebih kearah yang satu ini meskipun gue sendiri gak se-ideal apa yang gue tulis ketika melakukan travelling.

kedua: tips n trick travelling
nah yang kedua ini sedikit lebih banyak bisa kita dapetin di google. dan pastinya juga banyak yang mencari buat dijadikan referensi perjalanan. gue sendiri sering cari tips n trick untuk bisa menikmati atau sekedar untuk mencapai suatu destinasi tertentu agar nantinya kita gak mati kutu atau bingung mau ngapain begitu sampai di tempat yang asing.

ketiga: diary
nah yang ketiga ini yang mau sedikit gue bahas kenapa banyak yang salah kaprah dengan laporan perjalanan yang sifatnya diary.. sbenernya gak ada yang salah orang mau nulis apa di blog atau website mereka sendiri, tetapi menjadi masalah bila pembaca justru menjadikan tulisan yang sifatnya diary ini dijadikan referensi untuk mencapai atau menikmati suatu perjalanan, yang terjadi justru miss guiding. selain karena perjalanan itu yang membuat kita sendiri, kejadian-kejadian tak terduga sering tidak disiapkan oleh pembaca ketika sudah berada di tempat yang asing tersebut, yang kemudian membuat beberapa orang merasa kecewa dengan perjalanan mereka sendiri karena tidak sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya.
tidak ada yang salah ketika seseorang membuat blog, karena kebanyakan mereka membuat blog untuk dirinya sendiri dan yaaa syukur-syukur ada yang mau baca.. nah disinilah yang kemudian terjadi salah kaprah ketika seseorang menulis blog untuk dirinya sendiri sebagai cyber diary tetapi justru dijadikan referensi oleh pembaca yang gak sengaja lewat di blog diary tadi..

tidak selesai sampai disitu, salah kaprah ini sekarang semakin banyak dan semakin merajalela ketika tadi siang gue tanya temen gue tentang rute, kesulitan, dan keperluan apa saja yang harus gue tahu buat ke Gunung Papandayan, kemudian karena temen gue ini belum pernah ke Gunung Papandayan, dia menyarankan buat baca Field Report (FR) di Kaskus OANC yang jelas-jelas di dalamnya berisi diary orang-orang yang naik gunung. oke, mungkin temen gue ini termasuk salah satu orang yang salah kaprah dalam mencari referensi untuk mencapai suatu destinasi, tetapi gue juga baru sadar kalau Kaskus sendiri menyediakan sub forum khusus untuk para kaskuser menuliskan diary perjalanannya sebebas mungkin disana.. well, dibuatnya sub forum sendiri untuk FR mountainer ini tujuannya untuk membuat rapi forum OANC, tetapi kemudian gue mulai berfikir ulang, untuk apa sbenernya orang membuat FR tersebut? eksistensi bahwa lo udah pernah ke gunung ini itu? bahwa kaki lo udah pernah ada di tanah tertinggi? yaa pertanyaan semacam itu muncul bukan tanpa alasan, karena kalo lo tau di kaskus sendiri menyediakan forum B-Log buat kaskuser nulis tentang diary atau apapun itu yang sifatnya pribadi. atau lo bisa bikin blog sendiri di wordpress atau di blogger yang buat registernya aja segampang bikin facebook..

salah kaprah yang lain dilakukan justru oleh penerbit buku yang memasukkan diary travelling ini kedalam kategori Traveling, sedangkan kalo lo baca buku-buku tentang suatu perjalanan semacam itu seharusnya masuk kedalam kategori novel. nah yang ini sih sbenernya gue masih agak ragu, murni masuk kategori Travelling atau kategori Novel, tetapi seharusnya penerbit buku bisa lebih bijak dalam menentukan kedalam kategori apa jenis Diary Travelling ini..

intinya, tulisan gue ini bukan menyalahkan seseorang untuk tidak menulis dairy travelling di blog nya, tetapi bagaimana orang lain menjadi pembaca yang bijak agar tidak terjadi miss guiding dan eksploitasi suatu tempat wisata..

:):)

Sunday, February 17, 2013

Travelling 2013

Ini post pertama gue tahun ini, dan ini bulan kedua, empat hari setelah valentine haha gak penting :p intinya inkonsistensi mulai menyerang gue buat nulis blog lagi.. entah kehabisan ide atau emang lagi males nulis2 lagi.. au ah.. yang jelas kalo tulisan gue di blog ini mulai berubah geje, salahkan cewek gue yang alay hahaha
Lalu masih soal travelling, dimana seminggu lalu gue jalan2 lagi ke jakarta, ada beberapa tujuan gue kesana, tp gak perlu gue tulis lah ke jakarta gue ngapain, karena yang pengen gue tulis bukan FR selama di jakarta, tapi apa yang gue dapet selama jalan.. dan akhirnya gue nemu 2 poin penting..

Pertama: pernah sekitar 3 bulan lalu traveller kaskus dapet undangan semacam diskusi oleh greenpeace dengan tema "how to be a green traveller" , disitu dijelasin gimana caranya jadi seorang pejalan yang ramah lingkungan, tau isinya apa? Ah gak perlu gue kasih tau, tp ada satu hal yg enggak gue dapet dari diskusi itu tapi justru gue dapet dari hasil jalan2 kemarin ke jakarta..

Well gue ke jakarta naik kereta ekonomi, kereta yang sampai beberapa bulan lalu masih dibolehin merokok di dalem kereta, tp kemarin disetiap sudut ada stiker "dilarang merokok".. walaupun masih banyak yg ngrokok, tp setidaknya semakin sedikit yg ngrokok di dalem gerbong, masih ada yg ngrokok di sambungan kereta sih, tp gue jamin mereka ngrokok juga ngumpet2 dari petugas kereta :p

Sbenernya cuma sederhana, tapi kalo lo bener2 pengen jadi green traveller mulailah dengan berhenti merokok di dalem kereta.. karena dengan mengecilkan isi materi di diskusi greenpeace itu kemudian lo gak mengindahkan dilarang merokok di dalem kereta berarti lo cuma omong kosong, lo juga gak penting..
Yang kedua: adalah sebuah pemikiran tentang sesuatu yang lagi2 idealnya dalam dunia travelling..

Seiring berjalannya waktu, semakin besarnya minat travelling, semakin banyak pula tulisan atau liputan tentang suatu destinasi dengan berbagai macam sudut pandang, dengan berbagai macam keahlian fotografi, dan dengan keahlian menulis yang baik.. tapi apa yang kita dapat? Sebagian besar artikel, foto, dan laporan perjalanan sering memunculkan sesuatu dalam sisi keindahan, serunya perjalanan mereka dan bagaimana ahlinya mereka membuat foto yang bagus dengan kamera mahal mereka..

Lalu beberapa hari yang lalu gue sedikit heran ketika ada temen yg bilang kalo indonesia itu gak ada bagus2nya, mending jalan2 keluar negri jelas bagusnya.. dan dengan sedikit gak terima gue bilang kalo banyak kok yang bagus, kamu nya aja yang gak tau.. eh masih dijawab juga sama si doi, gak ada bagusnya, cuma di tv, di internet aja yang bagus, begitu sampe sana cuma begitu2 doang..

Ya gak salah dan gak bener juga sih, satu sisi memang 80% salah karena banyak tempat wisata yang menurut gue itu emang indah meskipun keindahan itu sifatnya relatif tergantung dari sudut mana dia memandang.. satu sisi yang lain terjadi "perang eksistensi" antara traveller satu dengan yang lain, dimana setiap traveller mencoba memberi kesan menarik bagi pembacanya ketika melakukan travelling, hal itu dikarenakan traveller gak ingin pembacanya menilai perjalanannya gak asik atau gak seru karena tempat wisata yang dituju tidak sebagus yang diharapkan..

Hal yang semacam itu terus ada seiring dengan berkembangnya dunia travelling beberapa tahun ini.
Berkembangnya dunia travelling juga dimanfaatkan oleh pihak2 yang menjual jasa paket wisata dengan iming2 perjalanan yang begitu mengasyikkan..

Tak cukup sampai disitu, berkembangnya dunia travelling dan semakin besarnya minat untuk travelling membuat beberapa pihak mengeksploitasi tempat wisata tersebut tanpa melihat kenyataan dilapangan bahwa yang ada di lapangan tidak seperti yang diharapkan alias keuntungan semata yang dicari.. begitu semua itu terjadi muncullah traveller2 yang dengan ekspetasi tinggi dari hasil membaca laporan perjalanan traveller lain menjadi kecewa begitu yang didapatkan dilapangan tidak seperti yang diharapkan.. ujung2nya banyak traveller yang kemudian beralih ke luar negri dengan pemandangan yang lebih menjanjikan..

Au ah gelap..

Sunday, December 23, 2012

dunia dalam berita

suatu waktu ada satu perempuan yang duduk dan mendengarkan apa yang aku sedang ceritakan tentang dunia ini
perempuan itu tertidur, lalu aku meninggalkan dia yang sedang pulas dengan dunianya

kemudian aku bertemu dengan perempuan lain, dia mendengarkan dan memberi komentar dengan dunia versi dirinya
lagi-lagi aku meninggalkan dia yang sedang asik berfantasi dengan dunianya

tak selesai aku bertemu dengan perempuan lain yang aku pikir dia adalah pendengar yang baik, bercerita tentang dunia yang aku lalui
nyatanya aku salah, dia justru menyalahkan apa itu duniaku

lalu aku sadar dan terbangun dari tidurku, mendapati bahwa aku sedang hidup di dunia itu sendiri

Thursday, December 20, 2012

merayakan natal versi gue!


kurang dari seminggu lagi kita akan merayakan hari besar umat Kristen dan Katolik, dan mulai bermunculan pertanyaan-pertanyaan apakah boleh mengucapkan selamat natal bagi umat muslim? dosa gak sih ngucapin selamat bagi agama lain yang artinya meng-iya-kan keberadaan tuhan lain selain Allah SWT?

saat gue mendapat pertanyaan-pertanyaan semacam itu, gue pun masih belum tahu jawaban dari itu semua, kemudian karena penasaran gue mencoba mencari tahu di google, bertanya kepada teman, dan juga membaca lagi buku sejarah tuhan yang dulu pernah gue baca sepintas..

ada beberapa versi jawaban yang gue dapet:

  1. menurut versi beberapa artikel di internet menyebut kalau mengucapkan selamat natal bagi umat muslim hukumnya adalah haram, sangat tidak dianjurkan karena telah menduakan tuhan yang maha esa.. tuhan itu satu, lalu kenapa ada seorang muslim yang memberikan ucapan selamat atas hari besar agama lain? jelas dari penjelasan tersebut, hukumnya haram, musrik bagi yang ikut merayakan hari besar agama lain.
  2. kemudian gue juga dapet versi dari temen yang gue anggap dia mempunyai kapasitas untuk menjawabnya dengan sudut pandang yang lebih objektif. jadi menurut temen gue ini mengucapkan selamat natal bagi umat muslim itu boleh dilakukan.. sama halnya dengan kita sebagai umat muslim mengucapkan selamat ulang tahun atau mengucapkan selamat atas apa yang dia capai, kita turut berbahagia dengan apa yang mereka rayakan, dengan arti lain kita menghargai apa yang mereka yakini sebagai hari yang patut dirayakan..
  3. lalu ada versi dari hasil penangkapan gue dari baca buku sejarah tuhan, lagi-lagi gue akan bilang bahwa tuhan adalah sebuah hasil karya pemikiran manusia dimana saat itu manusia mengalami kekosongan hati dan pikiran, bahwa manusia mendambakan sebuah sosok yang sempurna disaat dunia ini tidak ada yang sempurna.. kekosongan itu yang kemudian muncullah sosok "it" yang diyakini sempurna dan didambakan oleh manusia, dengan cara apa manusia bisa dekat dengan sosok yang sempurna itu? dengan caranya masing-masing manusia kemudian menciptakan agama dimana di dalamnya muncul ritual-ritual untuk mendekatkan diri dengan sosok yang sempurna itu.. dari situ kemudian gue mengartikan bahwa mengucapkan selamat natal bagi umat musli itu sah-sah saja, karena tuhan adalah sosok yang ada bagi kita sendiri, urusan tuhan adalah urusan masing-masing.. mengucapkan atau ikut merayakan natal tidak bisa dimasukkan dalam hukum agama, karena agama hanyalah alat bantu untuk mendekatkan diri kepada sosok yang sempurna.. dan yang sempurna itu adalah hasil cipta pikiran manusia..

ke tiga jawaban itu adalah penangkapan gue, bisa jadi apa yang lo baca di kitab lo masing-masing berbeda dalam mengartikannya.. bukan bermaksud mengarahkan dan bukan juga sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang merayakan natal, tapi mencoba menuangkan dalam tulisan apa yang ada di kepala gue tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut..

Tuesday, December 11, 2012

Jogja - Bromo dalam 2 hari?

sering gue dapet pertanyaan,

boleh minta itin kesini gak?

berapa sih bajet buat kesini?


well, gue bosen dan jujur gue sndiri bingung dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu.. jadi malem ini gue mau mulai share beberapa itin buat siapapun yang mau keliling indonesia, tapi dari jogja ya, karena gue sndiri gak ngerti kalo mau ke Karimun Jawa dari Jakarta hahaha...

itin ini gue post semata-mata hanya untuk bantu semua orang yang pengen jalan tapi gak ngerti harus kemana dan keluar berapa duit, terserah ini itin mau lo bikin buat usaha travel agent lo atau buat apapun itu.. karena prinsip gue rejeki itu sudah ada yang ngatur, kalo emang itin ini emang jalan rejeki lo, gue ucapin selamat..

oke, itin pertama yang mau gue share ini adalah ke

BROMO
jogja - bromo

hari 1

7.30 - 14.00 : lempuyangan - surabaya gubeng (35rb)
14.00 - 16.00 : surabaya gubeng - terminal probolinggo (15rb)
16.00 - 18.00 : terminal probolinggo - cemoro lawang (25rb)
19.00 - selesai : cari penginapan istirahat/makan/jalan2 malam

*cari penginapan deket cemoro lawang antara 50rb-150rb
*cemoro lawang adalah nama pintu masuk ke bromo
*harga makan di sekitar penginapan gak jauh beda sama jogja kok, murah meriah muntah hahahahaha


hari 2

3.00 - 4.00 : cemoro lawang - penanjakan (350-400rb/jeep)
6.00 - 7.00 : kembali ke penginapan
7.00 - 9.00 : mandi, sarapan
9.00 - 12.00 : masuk ke kaldera-kawah bromo-bukit teletabies (6rb)
12.00 : check out penginapan
12.00 - 13.00 : makan siang
13.00 - 15.00 : cemoro lawang - terminal probolinggo (25rb)
15.00 - 17.00 : terminal probolinggo - surabaya (15rb)
17.00 - 1.00 : surabaya - terminal giwangan (60rb - bis eka)

*penanjakan adalah nama tempat favorit di gunung bromo
*pulang ke jogjanya mending naik bis, karena gak repot nunggu kereta
*kereta dari surabaya gubeng - lempuyangan berangkat jam 13.30



--------------------------------------------------------------------------------------------------------

ini adalah itin versi gue, bisa jadi berubah sewaktu-waktu karena terakhir gue ke bromo itu bulan Juli 2012, jadi kalo sekarang udah banyak berubah gue minta maaf yang sebesar-besarnya, bukan maksud bikin orang lain tersesat dengan itin yang gue buat ini..

perlu digarisbawahi juga, itin ini adalah buatan gue, berdasarkan pengalaman gue, jadi kalo ada yang pengen jalan make fasilitas bisnis tentunya harga bisa jauh diatasnya yah.. :D



keep travel :D/

Friday, December 07, 2012

in the journey of life

gue mulai membaca ulang postingan-postingan di blog gue yang lalu-lalu, seketika gue sadar apa yang gue tulis ini adalah bagian dari sisi dengki gue selama ini terhadap dunia travelling, terhadap para penikmat alam yang sudah banyak menghabiskan waktunya untuk travelling, sedangkan gue sibuk dengan kuliah gue yang tak kunjung tamat..

banyak sekali postingan yang begitu sentimen, iri terhadap orang-orang yang menikmati jalan dengan caranya sendiri..bahkan terkadang apa yang gue tulis di blog itu sering berbanding terbalik dengan apa yang gue tulis di hari berikutnya.. seperti ini misalnya, engah kenapa gue tiba-tiba begitu membenci diri gue yang lalu-lalu, bahkan begitu membenci diri gue sendiri untuk saat ini..

orang mau jalan-jalan ngapain sih pake dibikin ribet dengan ideologi-ideologi gue yang sok dewa...?

orang mau refresing dan mengasingkan diri dari kesibukan sehari-hari ngapain sih harus ngikutin aturan gue yang sbenernya malah bikin ribet...?

orang mau santai kenapa harus mikir macem-macem yang membuatnya menjadi makin gak santai...?

itu semua adalah pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari kesadaran gue sendiri, bukan karena kritikan dari orang lain yang menyadarkan gue dengan keangkuhan dan kedengkian yang sangat-sangat ini.. kemudian gue punya pembenaran buat diri gue sendiri.. setidaknya ini satu-satunya cara gue buat tidak menyalahkan diri gue sepenuhnya.. bahwa manusia terus berkembang, manusia mempunyai akal untuk menjadi lebih baik, dengan caranya sendiri..

terima kasih buat yang masih setia nengok sekilas membaca sepintas blog dari curahan hati seorang pendengki ini...




- in the journey of life, theres a day, theres a night, the sun, the moon, and the stars they all give light-